Kamis, 10 November 2011


Jangan Takut Menangis Pada Allah
Oleh : Adjri Septiani
“Ya Allah ya Rabb, berikanlah petunjuk hidup di alam ini, agar kami dapat merasakan sedikit senyumMu, rangkullah kami jika air mata ini menetes”
            Tertawa, tersenyum, tertegun, sedih dan menangis adalah hal yang sudah menjadi kodrat manusia untuk merasakan dan mengalaminya. Allah menciptakan manusia memang seperti itu, tidak ada yang dapat menghindarinya. Apalagi jika harus merasakan bahagia, pasti hal yang paling ditunggu-tunggu. Namun, bagaimana dengan menangis? Tak ada yang ingin merasakan kondisi sedih seperti itu. Sedih, dan tangis adalah hal yang sangat dibenci sebagiaan orang karena sesuatu yang sakit akan mendera hatinya.
Jangan takut saudaraku.
Menangislah….
            Karena Allah menyukai orang-orang yang menangis dihadapannya. Bukan karena “mengadu” pada Allah karena barang hilang atau mendapat nilai jelek dalam ujian. Tapi menangis yang dimaksud disini adalah Menangis karena takut melanggar larangannya, menagis karena takut melakukan dosa, menangis karena memohon ampunanNya, menangis karena takut akan azab pedihnya. Astaghfirullah…
Dalam alquran Allah berfirman :

Artinya : “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'.” (QS Al Israa : 109)     
            Sesungguhnya Allah lebih menyukai orang yang lebih banyak menangis dari pada lebih banyak tertawa. Karena orang yang takut menangis niscaya jauh dari surge Allah. Naudzubillah…
Nabi Muhammad SAW pun sangat sering menangis bersujud pada Allah. karena Allah sangat menyukai hambanya yang menangis karena Nya.
Rasulullah bersabda:
'Tiada sesuatu pun yang Allah lebih sukai daripada dua tetesan dan dua luka yaitu setetes air mata karena takut kepada Allah dan setetes darah yang tertumpah dijalan Allah. Dan ada dua bekas itu adalah bekas di jalan Allah dan bekas pada perintah-perintah Allah yang fardhu”
(HR. at-Tirmidzi).

            Allah pun menciptakan rasa ini dengan manfaat yang luar biasa. Ketika menangis pastilah mengeluarkan air mata. Ada dua macam air mata, yaitu air mata yang mengalir karena iritasi, misalnya karena debu atau kelilipan. Yang kedua adalah air mata emosional, yaitu air mata yang menangis karena sedih atau bahkan bahagia. Air mata yang dihasilkan emosi ternyata mengandung 24 persen protein albumin lebih banyak, yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh. Air mata dihasilkan oleh kelenjar air mata yang posisinya berada di bagian atas pelupuk mata.
Dari menangis terdapat beberapa manfaat bagi manusia antara lain:
1.      Mengeluarkan Racun
      Air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.
2.      Membunuh Bakteri
            Tak perlu tetes air mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Didalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan “lisozom” yang dapat membunuh sekitar 90-95% bakteri.
3.      Mengurangi Stres
            Bagaimana menangis bisa mengurangi stres ? Air mata ternyata mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh, yaitu “endorphin leucine enkaphalin” dan “prolactin”.
  1. Meningkatkan Mood
            Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24% protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.
  1. Melegakan Perasaan
            Setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega. Karena setelah menangis sistem limbik, otak dan jantung akan lancar, dan hal itu akan membuat perasaan menjadi lebih baik dan lega.
  1. Mencegah Pilek dan Flu
            Air mata yang kita keluarkan ketika menangis mengandung zat Lisozim fluida yang mampu membunuh 95% bakteri hanya dalam hitungan menit. Sama seperti hidung yang memiliki rambut dan terowongan hidung untuk mencegah kuman dan bakteri masuk, mata kita memiliki air mata untuk membantu mencegah kita sakit.
  1. Membangun Komunitas
            Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang untuk membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang yang menangis setelah menceritakan masalahnya didepan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi.
  1. Membantu Penglihatan / Pelumasan Mata
            Fungsi utama dari airmata adalah melumasi bola mata sehingga kita dapat melihat. Air mata melembabkan dan mencegah dehidrasi pada selaput mata. Tanpa air mata, kita tidak akan dapat melihat.
        So,, jangan takut menangis pada Allah. Selain dapat mendekatkan diri pada sang Khalik, kita pun mendapatkan manfaat kesehatan yang luar biasa. Karena Allah maha tahu apa yang diciptakannya. Menangislah jika harus menangis. Tapiii,, jangan terlalu banyak menangis juga ya, karena masih banyak kenikmatan dari Allah yang harus kita terima dengan senyuman dan rasa syukur. Insya Allah kita dalam rangkulan Allah saat meneteskan air mata untuk NYA. Amiiin
Nikmat manalagi yang bisa kuhindari.

Senin, 03 Oktober 2011

UPAH ATAU ANUGERAH ?


Oleh : Adjri Septiani
            Pemberian hadiah atau reward pasti pernah di dapatkan oleh setiap orang. Sejak kecil tentunya, hadiah yang diberikan orang tua pada saat anak nya menjadi juara kelas, pintar mengaji atau hanya sekadar membantu pekerjaan orang tua. Hadiah pun didapatkan. Mulai dari permen, es krim, pensil baru bahkan sepeda. Saat itu bahagia pasti sangat tersirat diwajah.
            Namun, jika melakukan kesalahan reward yang setimpal pun didapat. Ketika seorang anak dapat raport merah, bertengkar dengan temannya, atau terlalu banyak nonton TV pastilah sang Ibu marah dan memberi hukuman. Cubitan didapatkan dipinggang, telinga dijewer, bahkan sampai dimandikan dengan air dingin. Semua itu pelajaran yang berarti.
            Bagaimana dengan hadiah atau upah yang didapatkan setelah bekerja? Itu merupakan sekedar upah atau anugerah dari Allah SWT ?. Dan surat teguran yang dilayangkan dari atasan, atau teguran dari dosen apakah tanda bahwa Allah sedang mengingatkan kita?
            Tentu saja, jawabannya iya. Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadaNYa. Beribadah dengan cara bekerja, belajar dan lain sebagainya. Tak jarang seseorang berharap meminta upah yang besar, nilai A atau bahkan A+, atau hadiah dari orang tua. Namun, pernahkah kita berkaca diri, upah yang diberikan Allah saat ini adalah sudah merupakan anugerah yang telah ditakdirkannya. Allah adalah Raja. Bahkan tanpa disadari, nikmat bekerja atau belajar pun sudah merupakan upah dari Allah karena kita beriman kepadanya, untuk orang-orang beriman tentunnya. Jika terfikirkan, tanpa diminta upah telah Allah berikan tanpa diminta oleh manusia. Anugerah bernafas, nadi yang berdenyut, jantung yang berdetak beraturan telah dialirkan pada manusia.
            Malu, jika tanpa bekerja pun manusia tetap meminta upah yang berlebih. Bagi seorang hamba yang sadar kalau dirinya tidak pernah melakukan apa-apa pada sang Raja, tentu akan merasa malu. Terlebih jika dirinya tetap tercukupi dan terpelihara hidupnya oleh sang Raja. Tidak ada perbuatan yang pantas dari diri ini lakukan kecuali senantiasa berterimakasih dan terus berterimakasih.
Lalu, apa yang kita dapatkan selama ini merupakan upah yang pantas didapatkan?
            Bekerja dan belajar tanpa pamrih adalah kuncinya. Jika selama ini bekerja untuk uang bukan karena Allah, tentu itu adalah rasa syukur yang salah. Jika selama belajar hanya nilai yang diharapkan, bukan ilmu dan Ridha Allah, maka itulah kesalahan. Pamrih adalah pengaharapan, tak salah memang jika mengaharapkan sesuatu, selama apa yang menjadi kewajiban telah terlaksana dengan maksimal. Misal, selalu beribadah kepada Allah tak pernah melakukan kesalahan, maka tidak salah mengaharap pahala dan rezekinya. Sudah bekerja lembur, meeting dan pekerjaan lain, tentu mengharapkan insentiv tambahan. Tidak ada yang salah selama professional.
Jika selama ini pamrih, maka kurangi pamrih dengan cara berikut :
1.      Melakukan semua pekerjaan dengan Ikhlas
2.      Memulai semua kegiatan dengan Bismillah
3.      Mengharap Ridha Allah, kerena dengan Ridha Allah, Insya Allah berjalan dengan baik.
4.      Jauhkan dari fikiran bahwa nanti akan mendapat reward, karena jika pengaharapan terlalu tinggi lalu reward itu tidak didapatkan, maka selanjutnya akan membuat malas bekerja atau belajar.
5.      Senantiasa bersyukur atas anugerah yang diberikan
6.      Menanamkan rasa malu untuk meminta.
7.      Tanamkan rasa tidak puas untuk selalu melakukan yang terbaik.

            Dengan menghilangkan sifat pamrih, tentu upah yang selama ini didapatkan akan menjadi anugerah yang sangat indah. Apapun yang ada padaNYA adalah keagungan dan kemuliaan. Berbagai nikmat dan anugerah senantiasa Allah berikan. Sementara manusia hanya dapat melakukan kesalahan-kesalahan bahkan pamrih dijunjung tinggi. Segala kesalahan dapat dibukakan pintu maafNYA. Allah selalu mengerti dan memaklumi pada setiap kekhilafan hambannya.
            Upah yang selama ini didapatkan sudah ada catatannya di tempat yang tidak diketahui. Upah seorang tukang becak tentu berbeda dengan upah yang didapatkan seorang dokter. Adakah upah itu difikirkan sebagai anugerah?. Tukang becak hanya diberikan rezeki dengan bentuk uang yang tak seberapa. Namun ada upah dan anugerah yang Allah berikan dibalik itu. Tukang becak bisa berolahraga setiap saat, mengayuh becaknya. Bercucuran keringat, menikmati udara pagi saat mengantarkan penumpang pergi bekerja sampai kedepan kompleks rumah. Bukankah itu sebuah anugerah?. Anugerah yang tidak bisa didapat setiap saat oleh seorang dokter tadi. Dokter memberikan resep untuk kesehatan seseorang, tapi dokter tidak bisa berolahraga seperti tukang becak yang menjadi alternative kesehatan. Dokter hanya berada didalam ruang AC, di ruang operasi yang tak terkena sinar matahari. Sungguh hanya Allah pemberi Anugerah kehidupan yang amat Mulia.
            Semua upah yang didapatkan hari ini, kemarin, atau mungkin besok adalah hanya sebagian kecil dari anugerah yang telah Allah berikan. Janganlah berfikir upah adalah yang terpenting dari apapun. Jika anugerah bernafas tidak didapatkan maka upah pun hanya diangan-angan.
            Mengaharapkan Anugerah lebih penting dari mengaharap upah. Bersyukur, berterimakasih, bekerja tanpa pamrih, dan belajar dengan giat hanya itu yang dapat dilakukan sebagai manusia yang menghamba.
Semoga Anugerah selalu tercurah pada kita semua. Amiin